Penanggung Jawab Yayasan SPPG Leboto, Idris Saleh, dan Kepala SPPG Leboto, Adistia R. Nur. (Istimewa)
GORONTALO UTARA — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, memberikan penjelasan terkait keterlambatan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah sekolah penerima manfaat pada Senin, 19 Oktober 2026.
Penanggung Jawab Yayasan yang menaungi SPPG Leboto, Idris Saleh, mengatakan keterlambatan tersebut dipengaruhi sejumlah kendala teknis dalam operasional dapur.
Menurut Idris, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan ketersediaan air akibat kondisi musim panas. Pengisian air dari perusahaan penyedia juga harus melalui antrean sehingga membutuhkan waktu untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur SPPG.
Selain persoalan air, kapasitas alat masak turut menjadi kendala. Saat itu, kompor high pressure yang tersedia baru berjumlah dua unit.
“Kondisi alat masak (kompor high pressure) baru berjumlah dua dan sekarang sudah dimaksimalkan menjadi empat,” kata Idris dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Kendala lainnya berkaitan dengan kapasitas daya listrik di dapur SPPG Leboto. Sebelumnya, daya listrik yang tersedia sebesar 10.600 dan dinilai belum optimal untuk mendukung kebutuhan operasional dapur.
Idris mengatakan persoalan tersebut telah ditindaklanjuti. Kapasitas daya listrik di dapur SPPG kini telah dinaikkan menjadi 16.500.
Ia memastikan seluruh kendala yang terjadi sebelumnya telah diperbaiki dan diantisipasi agar tidak kembali menghambat proses penyiapan maupun penyaluran MBG.
“Semua kondisi kemarin sudah diperbaiki dan sudah diantisipasi, sehingga aktivitas dapur hari ini berjalan normal seperti biasa,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Idris juga menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat dan pihak-pihak yang terdampak.
“Selaku penanggung jawab saya meminta maaf atas kejadian ini. Ke depan, insyaallah tidak akan terulang lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Leboto, Adistia R. Nur, mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada Yayasan sebagai pelaksana penyedia sarana dan prasarana.
Menurut Adistia, sebagai Kepala SPPG, ia bertanggung jawab memastikan operasional SPPG berjalan sesuai ketentuan, termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Ia mengatakan peringatan tersebut diberikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan penyaluran MBG berikutnya.
Pihak Yayasan, kata dia, telah menyanggupi perbaikan dan segera menindaklanjuti peringatan tersebut.
“Alhamdulillah pihak Yayasan menyanggupi dan segera menindaklanjuti itu,” ujarnya.
Adistia memastikan operasional dapur SPPG Kwandang Leboto pada hari ini, Selasa, 20 Oktober 2026, telah kembali berjalan normal.
“Untuk kegiatan operasional Dapur SPPG Kwandang Leboto hari ini berjalan normal seperti biasa,” katanya.